Kegiatan POSBINDU di Universitas Wahidiyah

Al Mukarromah Ibu Nyahi Hj. Sholihah, S.Pd., M.M dalam kegiatan POSBINDU

Pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2020, Universitas Wahidiyah melaksanakan program POSBINDU (Pos Pembinaan Terpadu) Penyakit Tidak Menular. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Wahidiyah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri. Turut hadir dalam acara ini beliau Al Mukarromah Ibu Nyahi Hj. Sholihah, S.Pd.,M.M. Peserta kegiatan POSBINDU adalah dari Personil Yayasan Perjuangan Wahidiyah Pusat, Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Struktural Universitas Wahidiyah, serta masyarakat di sekitar kampus Universitas Wahidiyah. Kegiatan ini dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Susunan acara POSBINDU ini adalah sebagai berikut:

  1. Pembukaan
  2. Muqoddimah Sholawat Wahidiyah
  3. Sambutan Rektor Universitas Wahidiyah
  4. Sambutan Dinas Kesehatan Kota Kediri
  5. Pertunjukan Senam Edukasi Cara Cuci Tangan yang Benar
  6. Pelaksanaan POSBINDU (Layanan Pemeriksaan Kesehatan bagi Peserta Kegiatan)
Sambutan dari Dinas Kesehatan Kota Kediri

Rektor Universitas Wahidiyah menyampaikan dalam sambutannya, bahwa Sholawat Wahidiyah adalah kumpulan do’a yang dapat digunakan untuk berbagai macam kepentingan, termasuk dalam hal kesehatan. “Misalkan untuk kesehatan, sholawat wahidiyah dapat digunakan untuk memohon kepada Alloh SWT agar diberi kesembuhan ketika sakit, karena pada hakikatnya yang memberi sakit adalah Alloh, maka kepada Alloh juga kita berdo’a agar diberi kesembuhan” tuturnya.   Sedangkan Bpk. Affan, sebagai wakil dari Dinas Kesehatan Kota Kediri memberikan arahan tentang pentingnya mengetahui sejak dini bahaya potensi PTM. Beliau juga menyampaikan pesan tentang hal-hal yang perlu disikapi terkait pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19). Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. ODR (Orang dengan Resiko), yakni orang yang punya riwayat pulang bepergian dari Negara-negara yang telah positif terjangkit COVID-19.
  2. PDP (Pasien dengan Pemantauan), yakni ODR yang sakit dengan gejala demam, flu, dan pneumonia
  3. PK (Pasien Konfirmasi), yakni PDP yang dikonfirmasi positif terinfeksi COVID-19

Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan kepada masyarakat, khususnya di lingkup perguruan tinggi agar tidak meremehkan bahaya PTM, seperti Jantung, Diabetes dan sebagainya. Dengan adanya kegiatan ini, para peserta bisa mengetahui kondisi kesehatannya saat ini serta mengetahui sejak dini potensi penyakit yang dapat muncul dimasa yang akan datang, sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan pola hidup sehat dan masukan dari dokter yang ada di POSBINDU.

Para Peserta Antusias Mengikuti POSBINDU
Layanan Pengecekan Gula Darah dan Kolesterol
Tenaga Medis dari Fakultas Kesehatan Universitas Wahidiyah

Selamat dan Sukses Wisuda Universitas Wahidiyah 2019

Pada hari Rabu, 4 Desember 2019, telah dilaksanakan wisuda sarjana strata-1 dan diploma 3 angkatan V Universitas Wahidiyah, dan sarjana strata-1 STIS Wahidiyah angkatan XI, di Lapangan Hijau Pon.Pes. Kedunglo Al Munadhdhoroh.

Beliau Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH.Abdul Latif Madjid RA saat memasuki arena wisuda

Wisuda kali ini meluluskan 134 mahasiswa dari 14 program studi Universitas Wahidiyah dan 1 program studi STIS Wahidiyah. Acara ini dihadiri oleh banyak tamu Undangan, diantaranya Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof.Dr.Soeprapto, DEA, perwakilan Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, perwakilan IBI dan PPNI Jawa Timur, dan lainnya.

Prof.Dr.Soeprapto, DEA saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Prof.Dr.Soeprapto, DEA (Kepala LLDIKTI Wilayah VII) menyampaikan bahwa beliau terharu dengan suasana wisuda di Universitas Wahidiyah. Dari sekitar 400 acara wisuda yang telah beliau hadiri, beliau mengatakan baru kali ini nuansanya berbeda. Nuansa wisuda di Universitas Wahidiyah penuh dengan Nuansa keakhiratan, yang mana lainnya umumnya penuh dengan nuansa keduniawian. Beliau mengatakan “Ibarat langit dan bumi” perbedaannya. Beliau juga menyampaikan bahwa Universitas Wahidiyah menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki kualitas moral yang baik.

Beliau Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH.Abdul Latif Madjid RA berpesan pada wisudawan agar membekali diri dengan menempa kekuatan spiritual (riyadhoh), agar bisa sukses dalam bekerja. Beliau menukil dawuh beliau Hadrotul Mukarrom Mbah KH.Abdul Madjid Ma’roef QS wa RA, muallif sholawat wahidiyah “Janganlah kau menanam rumput, niscaya padi tidak akan ikut tumbuh. Tetapi tanamlah padi, niscaya rumput akan ikut tumbuh”. Arti dari dawuh tersebut adalah “Janganlah mengejar dunia, karena dengan mengejar dunia akhirat tidak akan didapat. Tetapi kejarlah akhirat, niscaya selain akhirat yang didapat, hal duniawi pun akan didapat.