Pemilihan Presiden BEM Universitas Wahidiyah Periode 2019/2020

Pemilihan Presiden BEM Universitas Wahidiyah periode 2019/2020 di laksanakan oleh KPU Capres Mahasiswa UNIWA 2019 dengan kandidat calon dari berbagai Fakultas yang ada di Universitas Wahidiyah, Seleksi Capres sampai dengan pencoblosan periode ini terdiri dari beberapa tahap alur yang di lalui oleh masing-masing Capres. Tahap pertama yaitu hari senin tanggal 24 Desember 2018, semua Fakultas yang ada di Universitas Wahidiyah  di wajibkan mengirim 2 orang mahasiswanya sebagai perwakilan untuk mengikuti pemilihan Capres BEM Universitas Wahidiyah, para kandidat tersebut adalah

  1. Sofiyatur Rodhiyah dari Fakultas Pertanian
  2. Alfan Aziz Al-Abib dari Fakultas Pertanian
  3. Aulia Syafaati Adrikah dari Fakultas Kesehatan
  4. Ahmad Alaik Zakariya dari Fakultas Kesehatan
  5. Ahmad Nizar Muzakka dari Fakultas Teknik
  6. Ana Niati Solehah dari Fakultas Teknik
  7. Evi Dzauqiyah Haqqul Yaqin dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
  8. Ahla Hanata Hauba dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
  9. Fathur Rohman dari Fakultas Ekonomi
  10. Mandala Dwi Suta dari Fakultas Ekonomi
  11. Retno Sugiarti dari Fakultas Agama / STIS Wahidiyah
  12. Ainur Rif’ah dari Fakultas Agama / STIS Wahidiyah

Pada seleksi yang pertama ini banyak delegasi/perwakilan dari Fakultas yang tidak datang dan hanya 4 orang (Aulia Syafaati Adrikah, Ahmad Nizar Muzakka, Fathur Rohman dan Retno Sugiarti) yang antusias mengikuti seleksi sehingga tim penyeleksi menyarankan untuk mengambil 6 Mahasiswa yang aktif di UKM Universitas Wahidiyah, 6 Mahasiswa UKM tersebut adalah :

  1. Muhammad Hais Latif dari UKM Dakwah
  2. Hadi Saputra dari UKM Resipen
  3. Muhammad Safrijal Nurudin dari UKM Banjari
  4. Riyadhul Faizin dari UKM Pers Sufi
  5. M Zulfurqon dari UKM Bela Diri
  6. Qolidh Fatih Arrahman dari UKM Pandega

Dengan di ambilnya 6 Mahasiswa Aktif di UKM tersebut maka pada hari kamis tanggal 27 Desember 2018 di adakan seleksi ketat oleh tim seleksi dengan total Capres yang di seleksi adalah 10 orang (4 dari seleksi pertama, 6 dari mahasiswa aktif UKM), dari seleksi yang kedua ini menghasilkan 4 Capres BEM yang benar – benar berkompeten dan akan di pilih dalam pemilihan Capres BEM UNIWA, 4 kandidat tersebut adalah :

  1. Auliya Syafaati Adrikah
  2. Fathur Rohman
  3. Ahmad Nizar Muzakka
  4. Hadi Saputra

Kemudian setelah terpilihnya Capres yang berkompeten, maka pada rentang tanggal 29 s/d 31 Desember 2018, masing – masing kandidat di perkenankan mengadakan kampanye ke berbagai Fakultas dan kantor UNIWA sehingga pada saat pemilihan raya Presiden BEM UNIWA, para kandidat sudah di kenal oleh para Mahasiswa dan semua perangkat Universitas Wahidiyah.

Tahap terakhir adalah pemilihan raya Presiden BEM Universitas Wahidiyah yang di laksanakan pada hari kamis tanggal 3 Januari 2019, para pemilih adalah semua Mahasiswa Universitas Wahidiyah dan seluruh perangkat yang ada di Universitas Wahidiyah.

Dari hasil pemilihan yang menjadi pemenang atau Presiden BEM UNIWA 2019/2020 adalah Saudara Fathur Rohman dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Wahidiyah.

Pelatihan Auditing di Lingkup Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pon.Pes. Kedunglo Kediri

Pelatihan auditing di lingkup Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pon. Pes. Kedunglo Kediri yang diselenggarakan oleh Universitas Wahidiyah Kediri bekerjasama dengan tim auditor dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dilaksanakan pada tanggal 15 September 2017. Acara tersebut di hadiri seluruh Pramu Yayasan Perjuangan Wahidiyah, Ketua Badan, Sekretaris/Bendahara, Para Kabid, Rektor, Dekan, dan seluruh tenaga struktural  Universitas Wahidiyah. Dalam pelatihan tersebut para peserta sangat antusias dalam mengikuti jalannya acara.

       Narasumber dari tim auditor Universitas Negeri Surakarta (UNS) yang di hadir, yakni Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA, Syafiqurrahman, S.E., M.M., Muhrom Ali Rohjai, S.E., M.Si., M.Sy., Dr. Edy Supriyono, S.E., M.Si., Akt., CA.

        Sebelum acara dimulai, Sowan terlebih dahulu kepangkuan beliau Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid RA dan kemudian melakukan solat jum’at di masjid Pon. Pes. Kedunglo Kediri.

     Pada sesi pertama pelatihan auditing ini, para auditor dari UNS memberikan gambaran atau sharing informasi tentang auditing di UNS, di organisasi-organisasi, juga di pemerintahan. Mereka juga menjelasakan Tim auditor tersebut juga menjelaskan bahwa audit dalam sebuah organisasi bukan hanya tentang audit keuangan , juga ada beberapa objek audit yang lain.

      Tipe audit dalam organisasi sebenarnya dibagi menjadi 3 golongan yaitu (1). Financial Statement Audit ( Audit Laporan Keuangan) (2). Compliance Audit (Audit Kepatuhan) (3). Operational Audit (Audit Operational). Sebuah organisasi harus memiliki kontrol audit untuk mengetahui kewajaran, baik itu tentang keuangan, kinerja SDM apakah sesuai dengan aturan main organisasi, mengevaluasi kinerja dan mengevaluasi kesempatan untuk peningkatan sebuah organisasi. Menurut salah seorang tim auditor, seorang auditor tidak harus berwajah garang / menakutkan bagi auditee, tetapi diharapkan bisa memberikan solusi dan membuat rekomendasi untuk perbaikan organisasi.

      Menurut Agung Probohudono, salah seorang narasumber dalam acara ini, di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memiliki sebuah organisasi auditing yang dinamakan Internal Audit atau juga dinamakan SPI (Satuan Pengawasan Internal) yang bertugas mengaudit seluruh unsur Universitas. Demikian juga diharapkan di lingkup yayasan perjuangan wahidiyah ini ada organisasi auditing yang bertugas melakukan audit internal masing-masing departemen.         Pada sesi kedua dilanjutkan dengan tanya jawab, sharing informasi, terutama tentang sistem audit dilingkup Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pon. Pes Kedunglo. Pada kesempatan tersebut Ibu Dita Hayuningtyas, S.E (Kepala BPK Wahidiyah), Ibu Sri Giarti, S.E. (Pramu Bendahara Wahidiyah Pusat), Bapak Saiful Arif (Pramu Perlengkapan) menyampaikan informasi tentang system audit yang sudah berjalan dan juga beberapa permasalahan istilah yang digunakan, untuk dapat mengidentifikasi apakah tmuan yang didapat termasuk pelanggaran atau tidak. Dari hasil sharing tersebut tim auditor UNS menyarankan untuk membentuk badan audit internal di masing – masing Departemen Yayasan Perjuangan Wahidiyah